Sabtu, 06 Agustus 2011

Whirling Dervishes


Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar
Diriwayatkan oleh Sulthan Awliya Quthubul Ghawts Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Al Qubrusi An Naqshabandi Al Haqqani yang diwakili oleh Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani An Naqshbandi Al Haqqani Ar Rabbani. Pada suatu hari saat Sayyidina Rasulullah SAW khobah Jum'at, datanglah seorang Baduy Arab seraya bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah SAW, kapankah kiamat itu datang?”. Sayyidina Rasulullah SAW tidak menjawab, Beliau hanya diam. Baduy Arab itu terus bertanya sampai 3 kali hingga Sayyidina Jibril a.s datang menghadap Sayyidina Rasulullah SAW dan berkata, “Tanyakanlah padanya apakah bekal yang dia bawa untuk menyambut hari kiamat itu?”. Lalu Sayyidina Rasulullah SAW menyampaikannya dan orang Baduy Arab itu menjawab, “Bukankah aku memiliki Cinta kepadaMu Ya Rasulullah SAW.” Dan Sayyidina Rasulullah berkata, “Cukuplah itu membuatmu berdekatan dengan orang yang kau cintai seperti dua jari yang berdekatan.” Dan seketika itu juga orang Baduy Arab itu pergi tanpa mengikuti sholat jum'at.

Shaykh Hisham Kabbani memperlihatkan bagaimana Sayyidina Abu Bakar Shiddiq Whirling
Saat mendengar percakapan itu, Sayyidina Abu Bakar Shiddiq RA(1) yang selama ini risau akan pertanyaan yang sama, bertanya kepada Sayyidina Rasulullah SAW, “Ya Sayyidina Rasulullah SAW, apakah cukup hanya dengan Cinta?”. Kemudian Sayyidina Rasulullah SAW menjawab, “Syarat yang utama adalah Cinta!”. Mendengar jawaban itu, hati Sayyidina Abu Bakar Shiddiq ra sangat gembira, begitu bahagia hingga ia mulai berputar dengan jubahnya. Gerakan memutar inilah yang kemudian dikembangkan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi menjadi Whirling Dervishes.
Lalu tarian ini kembali muncul beberapa abad setelahnya, yang dilakukan oleh Mawlana Jalaluddin Rumi, seorang sufi yang juga merasakan cinta yang hampir sama kepada gurunya Mawlana Syamsuddin At-tibrizi, atau Syams-i-Tabriz. kemudian tarian ini terus dikembangkan oleh Thariqat Mawlawiyah atau Mevlevi, yang kemudian menjadi seni yang dipetontonkan keseluruh dunia.
Walaupun tarian ini mempunyai makna yang dalam dan esensi spiritual yang tinggi, namun dewasa ini, tarian ini pun sudah kehilangan maknanya, hanya menjadi penghias mata belaka. Tetapi karena sejarah dari tarian ini tidak sembarangan, maka akan selalu indah untuk dilihat. Oleh karena itu kami ingin mencoba menyingkap rahasia dan hakikat yang sebenarnya dari tarian ini.
Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian. Dibuktikan dengan dari sekian banyaknya tradisi dan ajaran-ajaran –yang saat ini sudah mulai dilupakan dan ditinggalkan– salah satunya adalah tarian whirling dervish, tarian yang dilakukan Atas nama Cinta, Dengan Cinta dan Untuk membawa Cinta.
Tarian Whirling Dervish dapat menarik siapa saja baik yang beragama islam atau yang tidak beragama islam. Karena Tarian ini memiliki keindahan putarannya yang dapat menyentuh kalbu lewat sentuhan spiritual yang tersirat di dalamnya. Di zaman sekarang, dimana islam sudah dianggap agama teroris, dan tidak lagi dipercaya sebagai agama pembawa kedamaian yang dibawa oleh Sayyidina Rasulullah Muhammad SAW. Penyelewengan ini memicu kami untuk menyingkap Hakekat dari agama yang penuh dengan Cinta Kasih ini, lewat berbagai jalan yang mampu membawa kedamaian dalam hati setiap manusia. Seperti islam yang tidak menyebar lewat satu jalan, namun banyak jalan, demikian pula dengan seni yang mengatasnamakan Cinta Illahi.
Nama tarian itu adalah Mevlevi Sema Ceremony atau lebih akrab disebut Sema (dalam bahasa Arab berarti “mendengar”, atau jika diterapkan dalam definisi lebih luas adalah bergerak dalam suka cita sambil mendengarkan nada-nada musik sembari berputar-putar sesuai dengan arah putaran alam semesta). Di Barat, tarian ini lebih dikenal sebagai “Whirling Dervishes” atau para Darwis yang berputar, dan digolongkan sebagai divine dance .
Mevlevi Sema Ceremony juga telah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai salah satu karya agung dalam tradisi lisan yang tak ternilai harganya. Rumi dan Whirling Dervishes: Adalah satu tarikan nafas , seperti halnya Rumi dan puisi-puisinya. Goethe menyebut Rumi sebagai The greatest mystic poet of the world.

Naqshbandi Haqqani Rabbani Whirling Dervishes
Tentang ketokohan Rumi , rasanya tak perlu dibahas lagi. Jika pengaruhnya masih demikian luas setelah 800 tahun kepergiannya, manusia ini tentu luar biasa. William Dalrymple menulis bahwa pada saat masyarakat AS dicekam horror Bin Laden, ternyata buku puisi terlaris sepanjang 90-an bukanlah karya-karya penulis besar AS semacam Robert Frost, Robert Lowell, tidak juga karya-karya klasik raksasa Eropa seperti Shakespeare, Homer, Dante; tetapi justru karya-karya Maulana Jalaluddin Rumi . Sedangkan Rumi sendiri “hanya” menyebut dirinya sebagai :
I am dust on the path of Muhammad, the chosen one..
Saat ini nama Rumi dikenal cukup baik di Barat. Bahkan beberapa komunitas disana telah membentuk semacam perkumpulan Sema, yang bertemu setiap minggu untuk berdiskusi dan menarikan Whirling Dervishes . Komunitas ini terdapat di beberapa Negara Eropa seperti Swiss, Jerman, Belanda, dan AS.
Apakah mereka muslim? Tentu saja ya, karena sebagian besar penari Whirling beragama islam. Komunitas ini menangkap ajaran Rumi atas nama kemanusiaan yang berketuhanan dan beragamakan cinta. Sufisme yang mereka anut menjadi semacam liberal Sufism, bukan dalam konteks ortodoksi & ortopraksi sufisme Islam. Bagi mereka, Rumi adalah sosok yang telah membuka mata hati mereka, bahwa manusia dengan seluruh peradabannya hanyalah setitik debu di hadapan Tuhan.
Senada dengan itu, kalangan Islam liberal juga kerap “mendewakan” Rumi sebagai sosok pluralis. Mereka mengikuti petuah para pendekar pluralisme, misalnya John Hick--seorang tokoh pluralisme agama--yang kerap mengutip kata-kata Rumi : “ Lampu-lampu itu berbeda, tapi cahayanya sama, datang dari sumber yang sama…”
Terkadang kata-kata dan argumen Rumi dipakai oleh kalangan Islam liberal untuk menambah hujjah(2) mereka bahwa pluralisme agama adalah sebuah keniscayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Tentu saja hujjah ini dimaksudkan untuk melemahkan posisi argumen dari mereka yang berseberangan dengan para liberalis.
Sebaliknya, bagi mereka yang agak konservatif (selain pengikut salaf), kerap menuding cara pandang liberalis telah membajak karya Rumi untuk kepentingan ideologis mereka. Rumi dengan semua karyanya, hanya bisa dipahami di atas kerangka Al-Qur'an dan Hadist. Rumi yang telah dilucuti ke-Islam-annya adalah tak lebih dari Kahlil Gibran.
Samâ' bukanlah sembarang tarian, melainkan tarian yang memuat konsep spiritual didalamnya. Samâ' bisa dikatakan sebagai sebuah metode intuitif untuk membimbing setiap Individu untuk membuka jalan jiwanya menuju Tuhan. Ketika akal pikiran tak sanggup lagi menjangkau Tuhan, maka metode semacam ini ditempuh. Lewat samâ' , para dervishes atau darwis melakukan perjalanan mistis spiritual(3) menuju kesempurnaan, untuk meleburkan jiwanya dengan Tuhan(4). Dengan membuang segala ego, menghampiri kebenaran hingga tiba di gerbang kesempurnaan.
Setelahnya, mereka kembali lagi sebagai seorang dengan tingkat kesempurnaan yang meningkat, sehingga mampu menebar cinta kepada seluruh makhluk ciptaan Tuhan tanpa membedakan keyakinan atau ras.
Dalam bukunya yang berjudul Sufism: A Short Introduction , William C. Chittick mengatakan bahwa tujuan samâ' adalah memperkuat dzikir(5) kepada Allah seraya mengobarkan api yang membakar habis segala sesuatu kecuali Dia. Bagi penari samâ' , musik adalah bahasa rahasia, tanda-tanda Tuhan yang bersinar dan dapat didengar. Ketika mendengar bahasa rahasia tersebut, jiwa manusia mengingat tempat kediaman asalnya, yakni hari alastu , ketika Tuhan mengadakan perjanjian dengan Adam dan keturunannya, dengan mengatakan, “Alastu bi rabbikum?”. “Bukankah Aku Tuhanmu?”, yang dijawab oleh mereka dengan: “ Ya! kami bersaksi .” (QS. 7:172).
Setidaknya ada tiga unsur penting yang menjadi karakteristik samâ': pikiran, hati (lewat ekspresi perasaan, puisi dan musik), dan tubuh (dengan menggerakan kehidupan lewat putaran).
Terdapat rahasia tersembunyi dalam samâ'. Musik dan tari, masing-masing menyimpan muatan spiritual. Musik yang mengiringi merupakan media untuk membangkitkan gairah kalbu untuk mengingat Tuhan, yang bisa mengantarkan manusia ke dalam keadaan dzauk (keadaan dimana manusia merasakan cinta kepada Allah sedemikian besarnya, sehingga mereka ingin segera bertemu dengan Allah), kepada asal mereka sendiri dalam ‘ketiadaan'.
Dari sudut pandang sains, segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dibangun dari kumpulan partikel atom. Di dalam atom terdapat elektron yang berputar mengitari intinya. Jika kita kaitkan, sesungguhnya seluruh benda di alam semesta ini dalam keadaan berputar. Hakikatnya manusia berputar karena ada atom di tubuhnya yang berputar menggerakkan sel sehingga darah dapat beredar. Kehidupan manusia pun berputar melewati beberapa fase. Dari tanah berputar melewati berbagai fase hidup, akhirnya kembali lagi menuju tanah. Demikian juga planet-planet berputar mengitari matahari.
Dalam samâ', putaran tubuh mengibaratkan elektron yang bertawaf mengelilingi intinya menuju sang Maha Kuasa. Harmonisasi perputaran di alam semesta, dari sel terkecil hingga ke sistem solar, dimaknai sebagai keberadaan Sang Pencipta. Pikirkan ciptaan-Nya, bersyukur dan berdoalah. “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu .” QS. 64:1.


Asal Tarian
1. Kota Turki
Turki atau Konya adalah kota dimana Mawlana Jalaludin Rumi memulai ajaran ajarannya. Dan disinilah Thariqat Mawlaw iyah berkembang. Jalaludin Rumi mendapatkan nama “Rumi” dari kota ini, yang dulunya bernama “Rum” atau “ Rome ”.
Sampai saat ini pun, tarian whirling masih sangat berkembang di Turki. Dan menjadi salah satu nilai sejarah budaya bangsa mereka.


2. Mawlana Jalaludin Rumi
Samâ', tarian sakral yang pertama kali diajarkan oleh Maulana Jalaluddin Rumi (1207-1273), sang penyair-sufi agung asal Persia. Samâ’ adalah upacara atau ritual yang diadakan sebagai pengantar para penari kepada sublimasi antara makhluk dengan Penciptanya. Upacara ini berisi adab-adab yang masing-masing mengandung makna.
Tarian mistis yang penuh simbolisme ini pertama kali menginspirasi Rumi setelah kehilangan guru spiritual yang sangat dicintainya, Syamsuddin Tabrizi. Ia adalah seorang darwis misterius yang bagaikan magnet mampu menyedot seluruh perhatian Rumi, hingga orientasi spiritual Rumi berubah secara dramatis, dari seorang teolog dialektis menjadi seorang penyair-sufi. Kemisteriusan Syams membuat putera Rumi menyepadankannya dengan Khidr(6).

Lukisan Rumi & Shalahuddin Faridun Zarkub oleh Omar Faruk Atabek
Dikisahkan di suatu pagi, seorang pandai besi yang juga darwis bernama Shalahuddin Faridun Zarkub menempa besinya. Pukulan itu kontan membuat Rumi menari hingga mencapai keadaan ekstase. Lalu secara spontan dari mulut Rumi mengalir ujaran-ujaran mistis dalam bentuk puisi.
Selanjutnya, Shalahuddin dijadikan Rumi sebagai khalifah (wakil) untuk menggantikan posisi Syams, tempat ia mencurahkan gagasan dan perasaannya. Setelah melembaga, tarian ini sering dilakukan Rumi selepas shalat Isya di jalanan kota Konya, diikuti para darwis lainnya. Acara terakhir biasanya ditutup dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.
Bagi Rumi menari adalah Cinta. Dan Rumi tak berhenti menari karena ia tak pernah berhenti mencintai Tuhan. Hingga tiba saatnya di suatu senja 17 Desember 1273, ia dipanggil Sang Maha Kuasa dalam keadaan diliputi Cinta Ilahi.
Setelah wafatnya Rumi , tarekat Maulawiyah (beserta ritual samâ'-nya) berlanjut terus di bawah pimpinan Syaikh Husamuddin Hasan bin Muhammad, salah seorang sahabat karibnya, yang juga dijadikan Rumi sebagai khalifah setelah kepergian Shalahuddin. Husamuddin adalah orang yang memberinya dorongan dan inspirasi sehingga lahirlah sebuah karya yang menjadi magnum opus Rumi , yakni Matsnâwî . Kitab ini terdiri dari enam jilid dan berisi 25.000 untaian bait bersajak.
“Jika kau menulis sebuah buku seperti Ilahiname milik Sana'i atau Mantiq at-Thayr milik Fariduddin Attar, niscaya akan menarik minat sekumpulan penyanyi keliling. Mereka akan mengisi hatinya dengan apa yang kau tulis dan musik akan digubah untuk mengiringinya”, demikian saran Husamuddin kepada Rumi di sebuah kebun anggur Meram di luar Konya . Bersama Husamuddin lah Matsnâwî tercipta. Sehingga karya monumental ini dikenal pula dengan sebutan Kitab-i Husam (Bukunya Husam).
Terpesona dengan kandungan dari karya tersebut, seorang orientalis Inggris bernama R.A Nicholson –yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mengkaji karya Rumi– mengatakan, Matsnâwî adalah sungai besar yang tenang dan dalam, mengalir melalui banyak dataran yang kaya dan beragam menuju samudera tak bertepi. Matsnâwî di mata para pengikut Rumi dianggap sebagai uraian makna batin Al-Quran. Sementara Abdurahman Jami –penyair asal Persia– menyebutnya “Al-Quran dalam bahasa Persia.”

Lukisan Tekke di Istambul pada abad 18
Dan bab ke tiga Matsnâwî berisi tentang kefanaan dalam samâ' . “Tatkala gendang ditabuh, serta merta sebuah rasa ekstase merasuk laksana buih yang meleleh dari debur sang ombak.”, begitu senandung Rumi.
Setelah Husamuddin wafat, tarekat Maulawiyah berlanjut di bawah kepemimpinan putera tertua Rumi, Sultan Walad. Di tangan puteranyalah tarekat ini terorganisir dengan baik, hingga ajaran ayahnya tersebut menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Tarekat Maulawiyah di Barat lebih dikenal dengan sebutan ‘The Whirling Dervishes' (darwis-darwis yang berputar), mengambil nama dari ciri utama tarekat ini. Selain di Eropa, kini tarekat Maulawiyah sudah merambat ke dataran Amerika hingga ke benua Asia.
Sekian abad lamanya pertunjukan samâ' menarik perhatian para pengembara spiritual, hingga lahir catatan-catatan penting tentangnya. Dalam bukunya yang berjudul Islamic Art and Spirituality , Seyyed Hossein Nasr mengatakan bahwa samâ' diawali dengan nostalgia tentang Tuhan, berlanjut dengan keterbukaan sedikit demi sedikit terhadap limpahan karunia dari surga, setelah itu mengalami keadaan ekstase ( fana' ), lebur bersama Al-Haqq(7).
Rumi menyebut samâ' sebagai simbolisme kosmos, sebuah misteri yang sedang menari. Putaran tubuh adalah tiruan alam raya, seperti planet-planet yang berputar. Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan.


Teknik Tarian

Setiap atom menari di darat atau di udara
Sadari baik-baik, seperti kita, ia berputar-putar tanpa henti di sana
Setiap atom, entah itu bahagia atau sedih,
Putaran matahari adalah ekstase yang tak terperikan

Rumi

Satu-satunya lukisan Mawlana Jalaludin Rumi
Shalawat disenandungkan, gendang mulai bertabuh, seruling ney mulai ditiup. Sekelompok darwis mengenakan atribut yang seragam. Topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Di tengah-tengah mereka tampak seorang Syaikh, yang berperan sebagai pemimpin. Jubah hitam tetap ia kenakan. Ia maju mengambil tempat. Kini giliran syaikh tersebut membungkukkan badannya pada darwis lainnya, mereka pun balas menghormat.
Sekelompok darwis itu kemudian membentuk barisan. Satu per satu maju. Setelah sang pemimpin memberi restu, maka ritual pun dimulai.
Tangan-tangan masih menyilang di bahu. Kaki-kaki yang telanjang mulai merapat. Lalu dimulailah gerakan berputar yang lambat, dengan tumit kaki dijadikan sebagai tumpuan secara bergantian, sementara kaki yang satunya sebagai pemutar. Perlahan-lahan tangan dilepas dari bahu dan mulai terangkat. Gerakan tangan yang anggun itu berangsur membentuk posisi horizontal. Telapak tangan kanan menghadap ke atas, yang kiri ke bawah.

Lukisan whirling dervishes di tekke di Konstantinopel pada abad 18
Semakin lama gerakan semakin cepat, selaras dengan ketukan irama yang mengiringinya. Mata-mata itu nampak semakin sayu, sebagian terpejam. Kepala mereka semakin condong ke salah satu pundaknya. Semakin cepat putaran, rok-rok putih yang mereka kenakan semakin mengembang sempurna laksana payung yang terbuka. Orang-orang itu semakin larut. Suasana magis seolah tercipta.
Gendang belum berhenti bertabuh, ney(8) masih mengalun syahdu. Tanpa isyarat dari sang pemimpin ritual untuk berhenti, mereka akan terus melambung dalam keadaan ekstase.
Posisi tangan yang membentang secara simbolik menunjukkan bahwa hidayah Allah diterima oleh telapak tangan kanan yang terbuka ke atas, lalu disebarkan ke seluruh makhluk oleh tangan kiri. Ini merepresentasikan sebuah penyerahan dan penyatuan dengan Tuhan.
Atribut yang dikenakan juga merupakan metafora yang menyimpan makna. Topi Maulawi –yang biasanya berwarna merah atau abu-abu– melambangkan batu nisan ego, jubah hitam sebagai simbol alam kubur yang ketika dilepaskan melambangkan kelahiran kembali menuju kebenaran, baju putih adalah kain kafan yang membungkus ego, dan ney melambangkan jiwa yang dinafikan dari diri, digantikan dengan Jiwa Ilahi. Seruling buluh ini juga melambangkan terompet yang ditiupkan malaikat di hari kebangkitan untuk menghidupkan kembali orang yang mati. Karpet merah yang biasa diduduki oleh sang syaikh melambangkan keindahan matahari dan langit senja, yang waktu itu menghiasi kepergian Rumi untuk selamanya.
Samâ' bukanlah sembarang tarian, melainkan tarian yang memuat konsep spiritual didalamnya. Samâ' bisa dikatakan sebagai sebuah metode intuitif untuk membimbing setiap Individu untuk membuka jalan jiwanya menuju Tuhan. Ketika akal pikiran tak sanggup lagi menjangkau Tuhan, maka metode semacam ini ditempuh.
Dalam samâ', putaran tubuh mengibaratkan elektron yang bertawaf mengelilingi intinya menuju sang Maha Kuasa. Harmonisasi perputaran di alam semesta, dari sel terkecil hingga ke sistem solar, dimaknai sebagai keberadaan Sang Pencipta. Pikirkan ciptaan-Nya, bersyukur dan berdoalah. “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu .” QS. 64:1.
Akhirnya kita saksikan sang pemimpin mulai berdiri. Tabuhan gendang terdengar dipercepat, seiring itu putaran tubuh pun semakin kencang. Kemudian syaikh itu memberikan isyarat untuk berhenti. Seketika itu musik dan para penari pun berhenti. Dan pertunjukan pun berakhir. Tanpa tepuk tangan, karena samâ' bukanlah sebuah pagelaran seni.
Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta. Manusia diciptakan dengan Cinta untuk mencinta. “Semua cinta adalah jembatan menuju Cinta. Siapa saja yang tak merasakannya tak akan tahu,” demikian kata Rumi .
Makam Rumi di Konya dikelola oleh pemerintah Turki sebagai obyek wisata. Setiap tahunnya, terutama antara tanggal 2-17 Desember, ribuan peziarah dari delapan penjuru mata angin berkunjung, menyaksikan para pengikut Maulawi berputar untuk memperingati “malam penyatuan”, malam di mana sang guru tercinta wafat.
Mausoleum Konya menyimpan kenangan. Saksi bisu sejarah tatkala ujaran sang penyair agung mengisi lembar peradaban luhur Islam melalui karya estetisnya, menjadi sumber inspirasi yang membakar jiwa para pecinta di segenap penjuru dunia.

Seperti gelombang di atas putaran kepalaku,
maka dalam tarian suci Kau dan aku pun berputar
Menarilah, Oh Pujaan Hati,
jadilah lingkaran putaran
Terbakarlah dalam nyala api-bukan dalam nyala lilin-Nya


Rumi

Dengan berputarnya tubuh yang berlawanan dengan arah jarum jam, para penari merangkul kemanusiaan dengan cinta.
Bahwa Tuhan menciptakan dan memberikan Cinta itu menjadi sebuah inti dari semua cinta, yang dapat menghilangkan semua batasan (batasan baik itu agama, budaya, ataupun ras). Di antara semua makhlukNya. Sehingga mereka dapat mencintai semua mahkluk manusia, dan mencintai mahkluk yang lain. Dan itu dapat menjadi sebuah obat untuk menyembuhkan penyakit individualis dan egoism dalam diri manusia.

Lukisan abad 17 yang menunjukan upacara dervish di India
Dan Rumi telah menterjemahkan itu semua dalam kesempurnaan bentuk, baik secara ucapan dalam bentuk puisi dan tarian Sema dalam putaran jasad. Untuk dirinya merasakan cinta itu, dan membagikan cinta itu kepada makhluknya.
Perlu disampaikan, bahwa penjelasan ini tidak bermaksud mengajak pembaca untuk menari di hadapan Tuhan, apalagi menganggapnya sebagai ritual yang sejajar dengan shalat, puasa, haji, dan sebagainya. Cerita Cinta ini sekadar untuk memperkenalkan khazanah keislaman yang dibawa oleh seorang Mawlana Jalaluddin Rumi, yang masyhur bukan saja di Timur, tapi juga di Barat.
Terlepas dari keberatan sebagian ulama fikih yang memandang musik dan tarian sebagai sesuatu yang diharamkan secara syariat, jalan spiritual melalui tasawuf –yang notabene sering menggunakan musik dan tarian sebagai media– telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi peradaban Islam. Terlebih, dalam prakteknya tasawuf mampu memainkan peranan sebagai obat bagi penyakit spiritual yang dilanda manusia modern yang semakin teralienasi dari poros eksistensi.



sumber: http://haqqanirabbani.asia/whirling-id.html

Senin, 01 Agustus 2011

Ternyata 1400 Tahun Yang Lalu Al-Qur'an Sudah Menyinggung Tentang Facebook cs

Suatu ketika selepas Ashar di
Masjid Al Hikam. Di salah
satu
pojok masjid tersebut
terdapat Ranid dengan dua
orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang
terlihat sedang
mendiskusikan
sesuatu. Kali ini tema yang
diangkat seputar masalah
I'jazul Quran (Mukjizat Al Quran). Diskusi yang
berjalan
cukup santai namun sarat
akan ilmu. Ahmad adalah
seorang
mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program
studi
Matematika. Seorang calon
pengabdi masyarakat
dengan
ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-
Qur'an dengan bidang
studinya matematika.
Ahmad
sering berkutat dengan
angka-angka dalam Al-Qur 'an. Ahmad pun memulai
diskusi.
"Subhanallah alquran itu
bener-bener mukjizat. Ana
pernah baca di Internet
bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran
sebanyak 365 kata sama
seperti jumlah hari dalam
satu tahun, kata syahr
(bulan)
disebutin 12 kali sama kayak
jumlah bulan dalam satu
tahun, sab'u (minggu)
disebutin 7 kali sama
dengan
jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang
berlawan kata. Misalnya ad
dunya 115 kali, al akhiroh
juga
115 kali. Malaikat 88 kali
sedangkan asy syayathin 88
kali juga. Al hayat 145 kali
begitupun dengan Al Maut
yang juga 145 kali. Belum
lagi
angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al
Mudatsir ayat 30.
Sebetulnya
masih banyak tapi mending
antum liat di internet aja
nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key
word
nya keajaiban angka dalam
alquran," Celoteh Ahmad
sekaligus mengakhiri
presentasinya. Tiba giliran Ranid
memaparkan
pengetahuannya seputar
masalah mukjizat Quran.
Ranid memang sangat
menyenangi diskusi- diskusi tentang kajian Islam
berhubung program studi
Ranid adalah bahasa Arab
yang ia geluti di salah satu
Ma'had Lughoh di Jakarta.
Maka ia akan memaparkan sepengetahuanny a tentang
I'jazul Quran dari sudut
pandang bahasa. Setelah
mengucapkan
basmalah seraya memuji
Allah dengan hamdalah, serta
sholawat kepada Nabi SAW.
Ranid pun mulai berkata
"Mumtaz! ustadz Ahmad
mantep dah penjelasannya,
giliran ana ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi
bahasa maka secara
sederhana
dapat diartikan sebagai
'senjata' untuk
melemahkan terhadap tantangan dakwah
yang ada. Contoh di zaman
nabi Musa AS berhubung
waktu itu sihir sedang
ngetrend-ngetre ndnya maka
Allah kasih mukjizat nabi
Musa AS 'menyerupai' sihir,
tapi bukan sihir, dengan
tongkatnya yang terkenal.
Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus
di
zaman nabi Isa AS
berhubung waktu itu ilmu
kedokteran
lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa
AS mukjizat yang
berhubungan dengan dunia
pengobatan. Nah, di zaman
Rasul SAW pada masa itu
kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar
biasa
Indahnya. Maka Allah pun
memberikan kepada Nabi
SAW berupa alquran
sebuah mukjizat yang begitu sangat
tinggi dan sarat akan nilai
sastranya. " Ranid masih
melanjutkan
pemaparannya "bahkan
Allah nantangin mereka kaum kafir
untuk buat satu surat saja
yang semisal dengan
alquran.
Coba antum buka Al-
Baqoroh ayat 23 'dan jika kamu
meragukan Al-Quran yang
Kami turunkan kepada
hamba
Kami (Muhammad) maka
buatlah satu surat semisalnya
dan ajaklah penolong-
penolongmu selain Allah
jika
kamu orang yang benar,'
dan dilanjutan ayatnya, bahwa
Allah sudah kasih garansi,
mereka pasti gak akan
mampu ngebuatnya.
Pernah
ada kisah tentang Musailamah
Al-Kadzdzab yang coba-
coba buat alquran
tandingan. Salah
satu suratnya niru-niru al-
fiil. Dan surat gadungan itu
ditertawakan banyak
orang
karena diliat dari sisi bahasa
dan maknanya betul-betul
jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa
dihafal oleh jutaan manusia
walaupun manusianya itu
sendiri pun tidak
mengetahui
arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya
tersebut
lengkap sampai titik dan
komanya. Subhanallah
maha
benar Allah dalam firmanNya
'dan sungguh Kami
mudahkan
Al-Quran untuk peringatan'
Al-Qomar ayat 17, " Ranid
pun mengakhiri makalah yang
dibawakannya. Selanjutnya
giliran Ilmi yang
mendapat giliran
menjelaskan
mukjizat quran berdasarkan
studi yang ia geluti. Ilmi
adalah seorang mahasiswa
IT
di salah satu PTS di Jakarta.
Berbeda dengan kedua orang
sahabatnya tadi, Ikhwan
lajang ini tengah
mengerjakan
tugas akhir dalam
perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih
dahulu kuliah selepas SMA
daripada Ahmad dan Ranid
yang sempat menunda
jenjang akademisnya.
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker
di
film Hollywood, Ilmi pun
memulai pembicaraannya.
"sebenernya ana belum
mau mengatakan ini mukjizat atau
gak? terus terang ana gak
berani. Tapi salah satu point
yang pernah ana dengar
dalam seminar Qur'an
bahwa kenapa Qur'an disebut mukjizat tak lain
dan tak
bukan adalah karena
kebenarannya dalam
'meramal' masa depan. Betul
gak Ran ?" Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun
mengiyakan
pernyataan Ilmi dengan
mengaggukan kepala,
seolah
tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi
sahabatnya. Ilmi
melanjutkan "surat al-
lahab contohnya, di situ
Allah
memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir
dan
masuk neraka. Dan ketika
surat itu turun di Mekkah,
Abu Lahab ternyata masih
hidup. Sekarang coba antum
bayangin kalo seandainya
Abu Lahab itu tergerak
hatinya untuk masuk Islam
atau pun pura-pura masuk
Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan
kebenarannya
dari dulu sampai sekarang.
Ataupun di surat Ar-Rum di
situ dijelaskan bahwa
Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu
subhanallah terjadi beberpa
tahun kemudian. Setelah
pada
peperangan yang
sebelumnya Romawi kalah maka pada
peperangan selanjutnya
Romawi menang telak.
Ahmad pun memulai
diskusi.
"Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. Ana
pernah baca di Internet
bahwa ternyata kata Yaum
(hari) di dalam alquran
sebanyak 365 kata sama
seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr
(bulan)
disebutin 12 kali sama
kayak
jumlah bulan dalam satu
tahun, sab'u (minggu) disebutin 7 kali sama
dengan
jumlah hari per minggu.
Belum lagi kata-kata yang
berlawan kata. Misalnya ad
dunya 115 kali, al akhiroh juga
115 kali. Malaikat 88 kali
sedangkan asy syayathin
88
kali juga. Al hayat 145 kali
begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum
lagi
angka 19 yang disebutin
dalam alquran surat Al
Mudatsir ayat 30.
Sebetulnya masih banyak tapi mending
antum liat di internet aja
nafsi-nafsi, tinggal tanya
mbah google ketik key
word
nya keajaiban angka dalam alquran," Celoteh Ahmad
sekaligus mengakhiri
presentasinya. Tiba giliran
Ranid
memaparkan
pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran.
Ranid memang sangat
menyenangi diskusi-
diskusi tentang kajian Islam
berhubung program studi
Ranid adalah bahasa Arab
yang ia geluti di salah satu
Ma'had Lughoh di Jakarta.
Maka ia akan memaparkan sepengetahuanny a tentang
I'jazul Quran dari sudut
pandang bahasa. Setelah
mengucapkan
basmalah seraya memuji
Allah dengan hamdalah, serta
sholawat kepada Nabi SAW.
Ranid pun mulai berkata
"Mumtaz! ustadz Ahmad
mantep dah penjelasannya,
giliran ana ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi
bahasa maka secara
sederhana
dapat diartikan sebagai
'senjata' untuk
melemahkan terhadap tantangan dakwah
yang ada. Contoh di zaman
nabi Musa AS berhubung
waktu itu sihir sedang
ngetrend-ngetre ndnya maka
Allah kasih mukjizat nabi
Musa AS 'menyerupai' sihir,
tapi bukan sihir, dengan
tongkatnya yang terkenal.
Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus
di
zaman nabi Isa AS
berhubung waktu itu ilmu
kedokteran
lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa
AS mukjizat yang
berhubungan dengan dunia
pengobatan. Nah, di zaman
Rasul SAW pada masa itu
kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar
biasa
Indahnya. Maka Allah pun
memberikan kepada Nabi
SAW berupa alquran
sebuah mukjizat yang begitu sangat
tinggi dan sarat akan nilai
sastranya. " Ranid masih
melanjutkan
pemaparannya "bahkan
Allah nantangin mereka kaum kafir
untuk buat satu surat saja
yang semisal dengan
alquran.
Coba antum buka Al-
Baqoroh ayat 23 'dan jika kamu
meragukan Al-Quran yang
Kami turunkan kepada
hamba
Kami (Muhammad) maka
buatlah satu surat semisalnya
dan ajaklah penolong-
penolongmu selain Allah
jika
kamu orang yang benar,'
dan dilanjutan ayatnya, bahwa
Allah sudah kasih garansi,
mereka pasti gak akan
mampu ngebuatnya.
Pernah
ada kisah tentang Musailamah
Al-Kadzdzab yang coba-
coba buat alquran
tandingan. Salah
satu suratnya niru-niru al-
fiil. Dan surat gadungan itu
ditertawakan banyak
orang
karena diliat dari sisi bahasa
dan maknanya betul-betul
jelek. Dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa
dihafal oleh jutaan manusia
walaupun manusianya itu
sendiri pun tidak
mengetahui
arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya
tersebut
lengkap sampai titik dan
komanya. Subhanallah
maha
benar Allah dalam firmanNya
'dan sungguh Kami
mudahkan
Al-Quran untuk peringatan'
Al-Qomar ayat 17, " Ranid
pun mengakhiri makalah yang
dibawakannya. Selanjutnya
giliran Ilmi yang
mendapat giliran
menjelaskan
mukjizat quran berdasarkan
studi yang ia geluti. Ilmi
adalah seorang mahasiswa
IT
di salah satu PTS di Jakarta.
Berbeda dengan kedua orang
sahabatnya tadi, Ikhwan
lajang ini tengah
mengerjakan
tugas akhir dalam
perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih
dahulu kuliah selepas SMA
daripada Ahmad dan Ranid
yang sempat menunda
jenjang akademisnya.
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker
di
film Hollywood, Ilmi pun
memulai pembicaraannya.
"sebenernya ana belum
mau mengatakan ini mukjizat atau
gak? terus terang ana gak
berani. Tapi salah satu point
yang pernah ana dengar
dalam seminar Qur'an
bahwa kenapa Qur'an disebut mukjizat tak lain
dan tak
bukan adalah karena
kebenarannya dalam
'meramal' masa depan. Betul
gak Ran ?" Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun
mengiyakan
pernyataan Ilmi dengan
mengaggukan kepala,
seolah
tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi
sahabatnya. Ilmi
melanjutkan "surat al-
lahab contohnya, di situ
Allah
memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir
dan
masuk neraka. Dan ketika
surat itu turun di Mekkah,
Abu Lahab ternyata masih
hidup. Sekarang coba antum
bayangin kalo seandainya
Abu Lahab itu tergerak
hatinya untuk masuk Islam
atau pun pura-pura masuk
Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan
kebenarannya
dari dulu sampai sekarang.
Ataupun di surat Ar-Rum di
situ dijelaskan bahwa
Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu
subhanallah terjadi beberpa
tahun kemudian. Setelah
pada
peperangan yang
sebelumnya Romawi kalah maka pada
peperangan selanjutnya
Romawi menang telak. Dan
satu lagi peristiwa fathul
Mekkah di surat Al-Fath.
Allah memastikan kaum Muslimin
akan memasuki Mekkah
setelah sekian lama hijrah
ke
Madinah. Dan subhanallah
hal itu terbukti. " "Ah itu mah ana dari aspek sejarah
Mi, coba dari aspek IT
sesuai sama studi antum?"
Tanya Ranid seolah
menantang Ilmi. "Weitss,
tenang-tenang ana kan belum
selesai jelasinnya, ana lanjut
ya!" Jawab Ilmi. "Nah
berhubung tadi ana bilang
ana
gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka
ana akan bilang ini
kehebatan
Quran." Ilmi masih
melanjutkan, sementara
kedua rekannya Ahmad dan
Ranid masih terus diam dan
menyimak kata per kata
yang akan terlontar dari
mulut Ilmi. "Antum tau gak,
bahwa sejak 1400 tahun yang
lalu alquran sudah
menyinggung tentang
Facebook dan kawan-
kawannya ?!" Ahmad sang
Cagur (Calon Guru) tertegun
diiringi dengan tertawa
kecil
seolah tak percaya statmen
Ilmi. Lain lagi dengan Ranid
yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah
benar kata Facebook ada di
dalam alquran. Dengan
mencoba mentashrif pola-
pola
fi'il. Ilmi meneruskan kembali
pemaparannya "Ahmad,
coba antum buka surat Al-
Ma 'arij ayat 19-21
'Sungguh, manusia
diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia
ditimpa
kesusahan, ia berkeluh
kesah.
Dan apabila mendapat
kebaikan dia jadi kikir.' Ayat ini menjelaskan
fenomena
jama'ah Al-Fisbukiyyah
secara umum. Coba antum
liat wirid-
wirid mereka. Kebanyakan isinya keluh kesah.
Temanya
udah mirip sinetron
mendayu-
dayu sampai bikin air mata
keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat,
sampai
ayan di update di status.
Cuaca
juga gak ketinggalan.
Dikasih hujan, ngeluh gak bisa
kemana-mana. Dikasih
panas
ngeluh kepanasan. Segala
maksiat juga disebarin di
muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan
terus di suguhkan. Ibadah
juga ada beberapa yang
dipublikasikan puasa,
sedekah, tapi alhamdulillah
ana belum menemukan ada orang yang lagi sholat
update
status 'lagi roka 'at dua nih'
naudzubillah kalo sampai
ada!" canda Ilmi. Ahmad
dan Ranid pun tertawa dan
mengaminkan ucapan Ilmi.
"Terus di ayat setelahnya
dikatakan 'apabila dapat
kebaikan maka ia kikir.'
Ana rasa betul ayat tersebut.
Coba
antum hitung ada beberapa
orang yang update status
semisal alhamdulillah dapet
rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di
depan masjid. Kira-kira ada
gak status kayak gitu.
Giliran
dapat rezeki yang
melimpah pada pelit gak mau orang
lain pada tau, tapi giliran
ditimpa
musibah di share kemana-
mana." "Ah, antum iri aja
kali jangan sok jaim deh ?!" Kali ini Ahmad yang
bertanya kepada Ilmi.
Ilmi pun menjawab "ana
rasa jaim itu perlu, dalam
konteks
JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ana tidak
mengharamkan update
status,
akan tetapi alangkah
baiknya
update-nya itu yang baik- baik pokoknya temanya
mengajak kebaikan dari
quran, hadits, sahabat,
ataupun salafush sholih.
Inget
akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika
kamu tidak malu, maka
berbuatlah
sesukamu. Ulama bilang
bahwa jika kita udah gak
malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka
tunaikan saja hawa
nafsumu dan lakukan apa
yang kau
inginkan." Jawab Ilmi.
Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat
menarik dan mengaitkan
surat Al-Ma 'arij ayat 20-22
dengan fenomena
Facebookers yang
bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah
bertambah satu lagi
pengetahuan Ranid pada
hari itu. Sungguh Ranid
sejatinya
sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan
surat
ini. Namun dikarenakan
kurang men-tadabbur-i
ayat
ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan
penjelasan
yang dipaparkan oleh
sahabatnya Ilmi. Diskusi kali
ini pun berkahir
seiring dikumandangkann ya
adzan maghrib sebagai
pertanda masuknya waktu
sholat maghrib

"SUMBER:
DARI MEDIA
ISLAM"

Sabtu, 30 Juli 2011

Puasa Menurut Para Ahli Kedokteran

PUASA memiliki banyak
hikmah dan manfaat untuk
tubuh, ketenangan jiwa, dan
kecantikan. Saat berpuasa,
organ-organ tubuh dapat
beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa
menghimpun diri untuk
bertahan hidup. Puasa
berfungsi sebagai
detoksifikasi untuk
mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam
tubuh, meremajakan sel-sel
tubuh dan mengganti sel-sel
tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk
memperbaiki fungsi hormon,
menjadikan kulit sehat dan
meningkatkan daya tahan
tubuh karena manusia
mempunyai kemampuan terapi alamiah. Puasa dapat membuat kulit
menjadi segar, sehat, lembut,
dan berseri. Karena, setiap saat
tubuh mengalami
metabolisme energi, yaitu
peristiwa perubahan dari energi yang terkandung
dalam zat gizi menjadi energi
potensial dalam tubuh.
Sisanya akan disimpan di
dalam tubuh, sel ginjal, sel
kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan
glikogen. Manusia mempunyai cadangan
energi yang disebut glikogen.
Cadangan energi tersebut
dapat bertahan selama 25 jam.
Cadangan gizi inilah yang
sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh
tidak mendapat suplai pangan
dari luar. Ketika berpuasa,
cadangan energi yang
tersimpan dalam organ-organ
tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-
organ tubuh serta sel-sel
penyimpanannya. Peristiwa
ini disebut peremajaan sel.
Dengan meremajakan sel-sel
tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan
kekebalan dan kesehatan
tubuh serta kulit kita. Oleh
karena itu, orang yang sering
berpuasa kulitnya akan
terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena
proses peremajaan sel dalam
tubuhnya berjalan dengan
baik. Beberapa Ilmuwan telah
melakukan beberapa
penelitian tentang puasa
diantaranya secara ringkas
dibawah ini: 1. Allan Cott, M.D. , Seorang ahli dari Amerika , telah menghimpun hasil
pengamatan dan penelitian
para ilmuwan berbagai
negara, lalu menghimpunnya
dalam sebuah buku Why Fast
membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain: a.
To feel better physically and
mentally (merasa lebih baik
secara fisik dan mental). b. To
look and feel younger
(melihat dan merasa lebih muda). c. To clean out the
body (membersihkan badan)
d. To lower blood pressure and cholesterol levels
(menurunkan tekanan darah
dan kadar lemak. e. To get
more out of sex (lebih mampu
mengendalikan seks). f. To let the body health itself
(membuat badan sehat
dengan sendirinya). g. To
relieve tension
(mengendorkan ketegangan
jiwa). h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi).
i. To gain control of oneself
(memperoleh kemampuan
mengendalikan diri sendiri). j.
To slow the aging process
(memperlambat proses penuaan). 2. Dr. Yuri Nikolayev Direktur bagian diet pada
Rumah Sakit Jiwa Moskow
menilai kemampuan untuk
berpuasa yang
mengakibatkan orang yang
bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu
penemuan (ilmu) terbesar
abad ini. Beliau mengatakan:
what do you think is the
most important discovery in
our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In
my opinion the bigest
discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally
and spiritually through
rational fasting. (Menurut
pendapat Anda, apakah
penemuan terpenting pada
abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat
saya, penemuan terbesar
dalam abad ini ialah
kemampuan seseorang
membuat dirinya tetap awet
muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang
rasional). 3. Alvenia M. Fulton Direktur Lembaga Makanan
Sehat "Fultonia" di Amerika
Serikat menyatakan bahwa
puasa adalah cara terbaik
untuk memperindah dan
mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan
kelembutan pesona dan daya
pikat. Puasa menormalkan
fungsi-fungsi kewanitaan dan
membentuk kembali
keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it
brings grace charm and poice,
it normalizes female functions
and reshapes the body
contour). 4. Riyad Albiby and
Ahmed Elkadi Mengatakan Puasa dapat
meningkatkan kekebalan
tubuh atau imun system
terhadap berbagai penyakit.
Ditunjukkan dengan
peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel
limfosit T yang secara
significan bertambah, setelah
puasa. 5. Sulimami Mengatakan bahwa untuk
penyakit seperti diabetes
sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya, malah
memberikan banyak manfaat
(Sulimami, dll, 1988: 549-552) 6. Jalal Saour Berpendapat bahwa
berkurangnya cairan pada
puasa akan menurunkan heart
rate atau kerja jantung,
pencegahan terhadap
penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius
panyakit jantung.(Jalal,
Riyad,1990) 7. Muzam MG, Ali M.N
dan Husain Berpendapat bahwa puasa
juga aman untuk pasien yang
mempunyai gangguan ulcer
pada lambung. Penelitian
dilakukan oleh Muzam MG, Ali
M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa
ramadhan terhadap asam
lambung. 8. Elson M. Haas M.D. Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984)
mengatakan dalam puasa
(cleansing dan detoksifikasi)
merupakan bagian dari trilogy
nutrisi, balancing, building
( toning). Elson percaya bahwa puasa adalah bagian
yang hilang "missing link"
dalam diet di dunia barat.
Kebanyakan orang di barat
over eating atau terlalu
banyak makan, makan dengan protein yang
berlebihan, lemak yang
berlebihan pula. Sehingga ia
menyarankan agar orang lain
mulai mengatur makanannya
agar lebih seimbang dan mulai berpuasa, karena puasa
bermanfaat sebagai:
purifikasi, peremajaan,
istirahat pada organ
pencernaan, anti aging,
mengurangi alergi, mengurangi berat badan,
detoksikasi, relaxasi mental
dan emosi, perubahan
kebiasaan dari kebiasaan
makan yang buruk menjadi
lebih seimbang dan lebih terkontrol, meningkatkan
imunitas tubuh. dan lebih baik
lagi bila dalam pengawasan
dokter. Puasa dapat
mengobati penyakit seperti
Influeza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan,
astma, aterosklerosis,
penyakit jantung koroner,
hipertensi, diabetes, obesitas,
kanker, epilepsi, sakit pada
punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada
karena jantung), panas dan
insomnia. 9. Dr Sabah al-Baqir dan
kawan-kawan Mengatakan bahwa Puasa
dapat mengurangi jumlah
hormon pemicu stress. Dia
bersama tim dari Falkutas
kedokteran Universitas King
Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin,
insulin dan kortisol, pada
tujuh orang laki-laki yang
berpuasa sebagai sampel.
Hasilnya bahwa tidak ada
perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan
insulin. Ini menunjukkan
bahwa puasa bulan ramadhan
bukanlah pekerjaan yang
memberatkan, dan tidak
mengakibatkan tekanan mental maupun saraf.
Percobaan ini menunjukan
peningkatannya terjadi pada
perbedaan waktu saja, bila
pada hari tidak puasa
prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam
16.00. sementara pada bulan
Ramadhan mengalami
puncaknya pada pukul 21.00
dan menurun lagi sampai
batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin
meningkat pada pukul 16.00,
sedang pada bulan ramadhan
pukul 21.00, menurun sampai
batas terendah pukul 16.00.
Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya
pukul 09.00, menurun pada
pukul 21.00, sementara pada
bulan Ramadhan tidak ada
perubahan berarti. 10. Dr Ahmad al-Qadhi,
Dr. Riyadh al-Bibabi Bersama rekannya di Amerika
melakukan uji laboratorium
terhadap sejumlah
sukarelawan yang berpuasa
selama bulan Ramadhan. Hasil
penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang
cukup signifikan terhadap
sistem kekebalan tubuh.
Indikator fungsional sel-sel
getah (lymfocytes) membaik
hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan
sel-sel getah bening tidak
berubah, namun prosentase
jenis getah bening yang
bertanggung jawab
melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit
yaitu sel T mengalami
kenaikan yang pesat. 11. Dr Riyadh Sulaiman
dan kawan-kawan Tahun 1990 dari RS Universitas
King Khalid, Riyadh Saudi
melakukan penelitian
terhadap pengaruh puasa
Ramadhan terhadap 47
penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung
insulin). Dan sejumlah orang
sehat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa puasa
bulan ramadhan tidak
menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan.
Tidak ada pengaruh apapun
yang berarti pada kontrol
penyakit diabetes diabetes
dikalangan penderita ini.
Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita
diabetes sejauh dilakukan
dengan kesadaran dan kontrol
makanan serta obat-obatan. 12. Dr. Muhammad
Munib Dan kawan-kawan dari Turki
juga melakukan sebuah
penelitian terhadap seratus
responden muslim, Sampel
darah mereka diambil sebelum
dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan
pengukuran terhadap
kandungan protein, total
lemak (total lipid), lemak
fosfat, asam lemak bebas,
kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan
unsur-unsur pembentuk darah
lainnya, dan didapat, antara
lain bahwa terjadi penurunan
umum pada kadar gula
(glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa,
terjadinya penurunan parsial
dan ringan pada berat badan,
tidak terlihat adanya aseton
dalam urin, baik dalam awal
maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan,
kenyataan ini menegaskan
tidak adanya pembentukan
zat-zat keton yang berbahaya
bagi tubuh selama bulan puasa
islam, Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh
mengalami peremajaan,
memompa gerakan lemak
yang tersimpan, sehingga
menghasilkan energi yang
lebih meningkat. Sejak zaman dulu puasa
dipakai sebagai pengobatan
yang terbaik seperti kata
Plato bahwa puasa adalah
untuk mengobati sakit fisik
dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa
"Fasting is the greatest
remedy the physician within!" Puasa sudah diakui menjadi
penyembuh terhebat dalam
menanggulagi penyakit,
bahkan di amerika ada pusat
puasa yang diberi nama
"Fasting Center International, Inc", Director Dennis Paulson
yang berdiri sudah sejak 35
tahun yang lalu, dengan
pasien dari 220 negara. Yang
merekomendasikan Puasa
dalam: (1) program penurunan berat badan, (2)
mengeluarkan toxin tubuh,
(3) puasa dapat memperbaiki
energy, kesehatan mental,
kesehatan fisik dan yang
paling terpenting meningkatkan kualitas hidup. Sumber : http://
anasarema.blogspot.com/2010/08/
puasa-menurut-para-ahli-
kedokteran.html

KALAU KAU SIBUK KAPAN KAU SEMPAT

Kalau kau sibuk berteori
saja
Kapan kau sempat
menikmati
mempraktekkan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau sempat
memanfaatkannya ? Kalau kau sibuk mencari
penghidupan saja
Kapan kau sempat
menikmati hidup?
Kalau kau sibuk menikmati
hidup saja Kapan kau hidup? Kalau kau sibuk dengan
kursimu saja
Kapan kau sempat
memikirkan pantatmu?
Kalau kau sibuk
memikirkan pantatmu saja Kapan kau menyadari
joroknya? Kalau kau sibuk
membodohi orang saja
Kapan kau sempat
memanfaatkan
kepandaianmu?
Kalau kau sibuk memanfaatkan
kepandaianmu saja
Kapan orang lain
memanfaatkannya ? Kalau kau sibuk pamer
kepintaran saja
Kapan kau sempat
membuktikan
kepintaranmu?
Kalau kau sibuk membuktikan
kepintaranmu saja
Kapan kau pintar? Kalau kau sibuk mencela
orang lain saja
Kapan kau sempat
membuktikan cela-celanya?
Kalau kau sibuk
membuktikan cela orang saja
Kapan kau menyadari
celamu sendri? Kalau kau sibuk bertikai
saja
Kapan kau sempat
merenungi sebab
pertkaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja
Kapan kau akan menyadari
sia-sianya? Kalau kau sibuk bermain
cinta saja
Kapan kau sempat
merenungi arti cinta?
Kalau kau sibuk merenung
arti cinta saja Kapan kau bercinta? Kalau kau sibuk berkutbah
saja
Kapan kau sempat
menyadari kebijakan
kutbah?
Kalau kau sibuk dengan kebijakan kutbah saja
Kapan kau akan
mengamalkannya? Kalau kau sibuk berdzikir
saja
Kapan kau sempat
menyadari keagungan
yang kau dzikiri?
Kalau kau sibuk dengan keagungan yang kau
dzikiri saja
Kapan kau kan
mengenalnya? Kalau kau sibuk berbicara
saja
Kapan kau sempat
memikirkan bicaramu?
Kalau kau sibuk
memikirkan bicaramu saja Kapan kau mengerti arti
bicara? Kalau kau sibuk
mendendangkan puisi saja
Kapan kau sempat
berpuisi?
Kalau kau sibuk berpuisi
saja Kapan kau akan memuisi? (Kalau kau sibuk dengan
kulit saja
Kapan kau sempat
menyentuh isinya?
Kalau kau sibuk
menyentuh isinya saja Kapan kau sampai intinya?
Kalau kau sibuk dengan
intinya saja
Kapan kau memakrifati
nya-nya?
Kalau kau sibuk memakrifati nya-nya saja
Kapan kau bersatu
denganNya?) "Kalau kau sibuk bertanya
saja
Kapan kau mendengar
jawaban!" *** Puisi berjudul "Kalau Kau
Sibuk Kapan Kau Sempat"
ditulis oleh K.H. Mustofa
Bisri, pada 1987. Seringkali
dibacakan oleh beliau di
forum – forum Kegiatan Mahasiswa di era tersebut.
Sumber : "OHOI" Kumpulan
Puisi Balsem K.H.A. Mustofa
Bisri, Pustaka Firdaus, 1991

Selasa, 26 Juli 2011

Alasan Kenapa Bung Karno Digila-gilai Wanita

Masyarakat hanya tahu,
Bung
Karno menyukai wanita-
wanita… dan… wanita-
wanita
juga menggilai Bung Karno. Berbicara mengenai Bung
Karno and his women,
orang- orang dekatnya
menjulukinya “jagoan”.
Tentu
wajar kalau kita bertanya, “Mengapa Bung Karno
menjadi idola para wanita?”
Adalah Bambang
Widjanarko,
ajudan yang selama
delapan tahun setia
mendampinginya,
tahu banyak tentang Bung
Karno dan wanita-wanita di
sekelilingnya. Ihwal
mengapa Bung Karno begitu mudah
dicintai wanita, itu karena
terhadap setiap wanita
yang
sedang dihadapinya, ia
selalu dapat mencurahkan
perhatiannya kepada
wanita itu. Tentu saja,
wanita itu
akan merasa dia sajalah
wanita yang paling dihargai dan paling dicintai oleh
Bung
Karno. Hal lain yang secara
alami
melekat pada pesona Bung
Karno adalah taraf intelektualitas nya yang tinggi, serta sikap gallant
setiap menghadapi wanita,
tak peduli tua atau muda.
Gallantery Bung Karno
inilah
yang pertama-tama akan membuat wanita senang,
merasa dihargai oleh BK.
Seperti ditunjukkan dalam
banyak peristiwa, tidak
segan-segan Bung Karno
mengambilkan sendiri minuman bagi seorang
tamu
wanita, atau membantu
memegang tangan wanita
itu sewaktu turun dari
mobil. Tidak habis sampai di situ,
pesona Bung Karno di mata
wanita. Hal lain yang secara
alamiah melekat pada
dirinya
adalah perhatian yang spontan terhadap hal-hal
kecil yang barangkali luput
dari
perhatian pria lain, atau
bahkan perhatian suaminya
sendiri. Misal, terhadap istri- istri para menteri atau
orang
dekatnya, Bung Karno
spontan akan
mengomentari
apa saja yang ia rasa kurang
pas. Atau spontan
meluncurkan pujian jika ia
melihat adanya keserasian
dan
keindahan dalam diri wanita itu.
Beberapa komen Bung
Karno
misalnya, “Lipstick-mu
tidak
cocok dengan kebaya yang kau kenakan.” Atau,
“Nyonya
kelihatan jauh lebih muda
dengan tatanan rambut
yang
baru.” Itu hanya beberapa komentar spontan Bung
Karno terhadap wanita-
wanita yang dijumpainya.
Termasuk para istri duta
besar yang dikenal baik.
Tak heran, jika sedang melawat ke luar negeri, di
mana para wanitanya jauh
lebih bebas dan terbuka
mengemukakan pendapat,
sangat sering terdengar
komentar mereka yang mengatakan, “Your
President
is a real gentleman,” setelah
bertemu Bung Karno.
sumber: http://dunia/-panas.blogspot.com/2010/07/alasan-kenapa-bung-karno-digila-gilai.html

Minggu, 10 Juli 2011

Kopdar #BerbagiBuku @infoGRESIK


Hari ini, Minggu, 10 Juli 2011 untuk pertama kalinya pemakai akun twitter @No19MAN menkopidaratkan dirinya bareng teman-teman di group twitter @infoGRESIK.

Mungkin momentnya bisa dikatakan pas, dimana teman-teman di @infoGRESIK bahu membahu membantu penyediaan buku buat adik-adik kita di Pulau Bawean.

Terus terang selama ini saya belum tahu betul kondisi sebenarnya dari pulau yang bisa dikatakan terlupakan itu. Ternyata untuk menempuh Bawean memerlukan waktu hingga 7 Jam dari Gresik bila menggunakan kapal reguler atau 3 jam bila menggunakan speed boat. Difikiranku sebelumnya Gresik ke Bawean itu cuma nyebrang selat seperti dari Banyuwangi ke Bali. Tapi ternyata tidak, malah lebih memakan waktu daripada Gresik-Jombang waktu saya mudik. Beberapa waktu lalu juga ada liputan soal Bawean di TV, tapi cuma mengexpose penangkaran rusa asli Bawean yang bisa diklasifikasikan sebagai hewan langka.

Terus bagaimana wajah pendidikan disana? Lewat kopdar @infoGRESIK tadi pagi saya banyak tahu gambaran pendidikan di sana.
Relawan pendidikan yang tergabung dalam @pengajarmuda yang ditugaskan disana mengabarkan kondisi sekolah di Bawean amat buruk. Dimana sekolah banyak yang dindingnya berlubang atau atapnya bolong, dan kalau hujan sekolah bakal diliburkan karna kondisinya yang tak memungkinkan. Yang lebih miris lagi sebuah tiang bendera yang layak buat mengibarkan Sang Saka Merah Putih saja tidak ada. Minimnya buku-buku bacaan juga menjadi kendala buat @pengajarmuda buat mengajar anak-anak disana.

Soal minimnya buku bacaan disana, teman-teman @infoGRESIK mencoba sedikit membantu meringankan lewat kegiatan #BerbagiBuku. Buku-buku yang dikumpulkan berupa:

-Buku Cerita
-Ensiklopedia
-Majalah
-Buku Pelajaran dll atau boleh dalam bentuk dana.
Tapi untuk sementara difokuskan dulu untuk adik-adik kita yang duduk di bangku sekolah Dasar.

Bagi yang ingin ikut membantu adik-adik kita lewat #BerbagiBuku @infoGRESIK masih ada waktu hingga tanggal 20 Juli Besok. Atau langsung saja meluncur di Pendopo Alun-Alun Gresik pada tanggal 17 Juli jam 9 pagi-selesai kopdar #BerbagiBuku @infoGRESIK season 2.

#BerbagiBuku #BerbagiIlmu #BerbagiSenyum&Tawa
إن شاء الله
pahalanya pahala amal Jariyah yang pahalanya akan mengalir terus. Amiin.

Kamis, 02 Desember 2010

Asal Mula Keistimewaan Yogyakarta

Pro dan kontra Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Yogyakarta mengerucut pada satu tema, Gubernur dipilih langsung oleh rakyat atau ditetapkan. Perbedaan pendapat antara Istana dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X semakin kentara saat wacana referendum mengemuka.
Sultan meminta keputusan penentuan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih secara langsung harus disepakati melalui referendum. Pemerintah dan DPR, kata Raja Yogyakarta itu, tak bisa menentukan itu sendiri.
Keistimewaan Yogyakarta dipertanyakan? Pada Jumat 26 November lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka rapat kabinet terbatas di kantornya mengatakan tidak pernah melupakan sejarah dan keistimewaan DIY

Keistimewaan DIY itu sendiri berkaitan dengan sejarah dari aspek-aspek lain yang harus diperlakukan secara khusus sebagaimana pula yang diatur dalam Undang-undang Dasar. Maka itu harus diperhatikan aspek Indonesia adalah negara hukum dan negara demokrasi.

Pernyataan ini yang mungkin menuai kontroversi. "Nilai-nilai demokrasi tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, tidak boleh ada sistem monarki yang bertabrakan dengan konstitusi mau pun nilai-nilai demokrasi," kata SBY.

Sejak sebelum Indonesia merdeka, baru kali ini Keistimewaan Yogyakarta dipertanyakan. Status sebagai Daerah Istimewa itu merujuk pada runutan sejarah berdirinya propinsi ini, baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta sudah mempunyai tradisi pemerintahan karena Yogyakarta adalah Kasultanan, termasuk di dalamnya terdapat juga Kadipaten Pakualaman. Daerah yang mempunyai asal-usul dengan pemerintahannya sendiri, di zaman penjajahan Hindia Belanda disebut Zelfbesturende Landschappen. Di zaman kemerdekaan disebut dengan nama Daerah Swapraja.

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri sejak 1755 didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Kadipaten Pakualaman, berdiri sejak 1813, didirikan oleh Pangeran Notokusumo, (saudara Sultan Hamengku Buwono II ) kemudian bergelar Adipati Paku Alam I.

Pemerintah Hindia Belanda saat itu mengakui Kasultanan maupun Pakualaman, sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan dalam kontrak politik. Terakhir kontrak politik Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941 No 47 dan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577.

Pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII mengetok kawat kepada Presiden RI, menyatakan bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi bagian wilayah Negara Republik Indonesia, serta bergabung menjadi satu mewujudkan satu kesatuan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sri sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Pegangan hukumnya adalah:

1. Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI

2. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Amanat Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (yang dibuat sendiri-sendiri secara terpisah)

3. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (yang dibuat bersama dalam satu naskah).

Dengan dasar pasal 18 Undang-undang 1945, DPRD DIY menghendaki agar kedudukan sebagai Daerah Istimewa untuk Daerah Tingkat I, tetap lestari dengan mengingat sejarah pembentukan dan perkembangan Pemerintahan Daerahnya yang sepatutnya dihormati.

Pasal 18 undang-undang dasar 1945 itu menyatakan bahwa "pembagian Daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dalam sistem Pemerintahan Negara dan hak-hak asal-usul dalam Daerah-daerah yang bersifat Istimewa".

Sebagai Daerah Otonom setingkat Propinsi, DIY dibentuk dengan Undang-undang No.3 tahun 1950, sesuai dengan maksud pasal 18 UUD 1945 tersebut. Disebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah meliputi bekas Daerah/Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman.